Follow Through
April 20, 2010 by Admin

Ikuti sampai tuntas...kata-kata tersebut saya rasa pantas untuk dikaji dan diikuti. Khususnya bagi seorang marketing.
Suatu ketika seorang marketing pernah menawarkan suatu produk kepada saya, singkat cerita sayapun menolak, dengan alasan saat ini masih belum memerlukan barang tersebut, uangnya masih dipakai kebutuhan lain dsb. Tetapi bagi mereka tidak ada kata menyerah....hohoho....bukan sombong sih tapi memang harus..hehehe.
Kita tidak boleh menjudge seseorang bila dia menolak membeli dari kita maka selamanya dia tidak akan pernah membeli dari kita, karena mungkin ada beberapa alasan :
1. Dia bukanlah penentu keputusan (mungkin Bosnya, istrinya, atau suaminya yang bisa menentukan).
Tetapi suatu saat bisa berbalik dialah yang menentukan produk tersebut akan dibeli atau tidak...Dunia berputar Gan!
2. Saat itu memang dia belum memerlukan...(bukan berarti selamanya dia tidak perlu), hanya saja timing yang tidak tepat bagi kita sewaktu menawarkan.
3. Dia tidak tahu bahwa sesungguhnya dia sangat memerlukan produk yang kita tawarkan, jadi tugas marketinglah menjelaskan dengan hati bahwa produk tersebut memang sangat dibutuhkan oleh customer, temukan need dari customer dan berikan solusinya.
Banyak cara dipakai untuk menjaring customer, kenalan, referensi adalah beberapa diantaranya, dan juga bermain strategi market di ceruk-ceruk pasar/niche yang banyak diburu dan unik, begitu marketing mendapatkan pasar/target consumer maka dibuatlah strategi agar calon customer tidak lari, dengan jalan menawarkan sesuatu yang lebih, service excellent, bonus-bonus agar customer puas dan nantinya bila mau membeli langsung teringat kepada satu nama saja bukan nama yang lain.
Follow through...ikuti sampai tuntas, jangan mudah menyerah, inilah yang saya tangkap dari kegigihan marketing baik Online Marketing maupun Offline Marketing, follow up customer menjadi bagian rutin dari aktivitas mereka, baik menggunakan teknik kunjungan rutin, auto responder dsb, demi mendapatkan hasil yang maksimal. Serta bagaimana maintenance customer atau prospect agar membeli dari mereka.
Sehingga terjalin hubungan yang kuat antara penjual dan pembeli. Karena sebetulnya menjual yang baik adalah menjual dengan hati, bagaimana kita mengetahui kebutuhan dari customer dan memberikan solusi yang terbaik buat customer, sehingga customer tidak melirik atau bahkan berpaling kepada yang lain.
Selamat menjual dengan hati.
Salam EPOS
Masstyo


